23 Jun 2017

Ini Filosi Permainan Meriam Karbit Jelang Hari Raya di Pontianak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAKhttp://mobilpontianak.info Dentuman suara meriam karbit pada malam takbiran hari raya selalu menyemarakkan suasana dalam menyambut hari raya di Kota Pontianak. Menyulut meriam karbit dilakukan oleh masyarakat yang bermukim di bantaran Sungai Kapuas selalu dilakukan setiap jelang hari raya baik Idul Adha maupun Idul Fitri. Pemerhati Budaya Melayu Pontianak, Donny Usman menceritakan, dimainkanya meriam karbit setiap malam hari raya oleh masyarakat di Kota Pontianak, utamanya dilakukan oleh masyarakat di tepian Sungai Kapuas memili banyak persepi. Baca: Uji Coba Meriam Karbit di Kelurahan Tambelan Sampit Satu di antaranya merupakan wujud tanda hari kemenangan sudah semakin dekat setelah berpuasa dan menjalankan amaliya ibadah sebulan penuh pada bulan Ramadan. “Ada banyak persepsi mengapa warga pontianak memainkan meriam saat malam hari raya. Ada juga yang menyatakan bermain meriam karbit merupakan ada kaitanya dengan Sy Abdurrahman Alkadri saat pertama kali membuka Pontianak yang di awali dengan menembakkan meriam ke tanjug besiku,” ujarnya. Tersirat makna filosofi terkandung di dalam bermain meriam karbit. Sikap gotong royong akan terpupuk, mulai dari mengangkat balok kayu di atas pelataran tembak meriam, membelah balok dan mengikatnya kembali hingga siap di sulut dan berdentum “Dibunyikan saat malam lebar untuk merayakan kemenangan melawan hawa nafsu di bulan puasa,” ujaranya.
Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Marlen Sitinjak
0 Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published.